Mengikat Janji, Menata Masa Depan Dogiyai: Yesaya Adii Pimpin DPRK Dogiyai

Wakil Bupati Dogiyai Yuliten Anouw, SE. kiri, Yesaya Adii ketua definitif DPRK Dogiyai Tengah di dampingi, wakil ketua l Pitalis Kegiye Foto Tebing Dogiyai 


NABIRE, (TEBINGDOGIYAI.COM)- Aula Bethesda Malompo, Nabire, Jumat, 9 Januari 2026, menjadi saksi ketika sebuah janji diikat untuk masa depan Kabupaten Dogiyai. Di ruang yang dipenuhi nuansa khidmat itu, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai menggelar rapat paripurna pengambilan sumpah dan janji jabatan pimpinan definitif periode 2025–2029.

Di hadapan para pejabat, tokoh masyarakat, dan undangan yang hadir, Yesaya Adii berdiri tegak. Tangannya terangkat, ucapannya terucap perlahan namun tegas, menandai resminya ia memikul amanah sebagai Ketua DPRK Dogiyai. Bagi Yesaya, momen itu bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal dari tanggung jawab besar terhadap rakyat di lembah, kampung, dan distrik-distrik Dogiyai.

Pelantikan pimpinan DPRK Dogiyai ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, Nomor 100.33.1/1/66/Tahun 2025 tertanggal 11 Juli 2025, tentang pengangkatan pimpinan definitif DPRK Dogiyai periode 2025–2029. Di balik lembaran SK itu, tersimpan harapan agar lembaga wakil rakyat mampu benar-benar menjadi jembatan suara masyarakat.

Dalam sambutannya, Yesaya Adii menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan jajaran pimpinan DPRK. Ia menyadari, jabatan yang kini diembannya bukan hanya kehormatan, tetapi juga beban tanggung jawab yang berat.

“Terima kasih karena kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk memegang amanah sebagai pimpinan DPR Kabupaten Dogiyai, baik sebagai ketua maupun wakil ketua DPRK Dogiyai,” ujarnya.

Yesaya menegaskan, amanah itu akan dijalankan dengan penuh komitmen, integritas, dan dedikasi demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Baginya, DPRK bukan sekadar gedung atau kursi kekuasaan, melainkan ruang tempat harapan warga Dogiyai harus diperjuangkan.

Sebagai pimpinan DPRK, ia berkomitmen menjaga independensi lembaga legislatif agar tetap berdiri di atas kepentingan rakyat. Setiap kebijakan, katanya, harus lahir dari suara masyarakat dan berpihak pada kebaikan bersama.

“Kami akan memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan berpihak kepada kepentingan segenap rakyat,” katanya.

Ia juga tak menutup mata terhadap tantangan yang menanti. Dogiyai, seperti banyak daerah di Papua Tengah, masih menghadapi persoalan pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Namun Yesaya yakin, dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, jalan menuju perubahan tetap bisa dibuka.

Karena itu, ia mengajak pemerintah daerah, lembaga eksekutif, serta seluruh elemen masyarakat untuk membangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi yang sehat. Menurutnya, DPRK dan pemerintah harus berjalan seiring, bukan saling berhadapan, demi satu tujuan bersama: perubahan bagi Dogiyai.

“Mari kita luruskan niat dan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk bersama-sama mewujudkan Dogiyai yang maju di setiap jengkalnya dan bahagia di setiap insannya,” ajaknya.

Dari Aula Bethesda Malompo, janji itu kini telah diikat. Tantangan masih panjang, namun harapan telah dinyalakan. Di tangan Yesaya Adii dan para wakil rakyat, masa depan Dogiyai kembali dipertaruhkan  dengan satu harapan sederhana: agar suara rakyat benar-benar didengar dan diwujudkan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama