Minim Fasilitas, Bengkel Maju di Bomomani Tetap Bertahan Layani Warga








BOMOMANI, TEBINGDOGIYAI.COM -Pagi di Bomomani selalu dimulai dengan suara mesin tua yang berderit pelan. Di sebuah bengkel sederhana beratap seng, beberapa pemuda Papua sibuk membongkar mesin sepeda motor. Di sanalah Bengkel Maju berdiri—sebuah usaha kecil yang menjadi tumpuan banyak warga di Kabupaten Dogiyai.

Bengkel itu dikelola oleh Putra Mapiha sebagai direktur, bersama Amandus Tigi dan Amos Dogomo. Mereka bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga memikul harapan: membuktikan bahwa anak-anak Papua mampu berdiri di atas kaki sendiri lewat kerja dan keterampilan.

Di dalam bengkel, peralatan kerja tersusun seadanya. Banyak alat yang sudah aus, beberapa bahkan harus dipakai bergantian. Namun keterbatasan itu tak memadamkan semangat mereka. Setiap hari warga datang membawa motor rusak, mesin yang mogok, atau sekadar meminta diperiksa. Bengkel Maju menjadi tempat bergantung.

“Kami sering kewalahan karena alatnya tidak lengkap. Tapi kami tetap berusaha melayani warga semampu kami,” ujar Amandus Tigi sambil mengelap tangannya yang penuh oli.

Baginya, Bengkel Maju bukan sekadar tempat mencari nafkah. Ia adalah ruang belajar, ruang harapan, dan simbol kecil dari mimpi besar: kemandirian ekonomi anak Papua. Usaha ini lahir dari keyakinan bahwa orang Papua tidak boleh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Amos Dogomo, sang komisaris, menyebut bengkel ini sebagai bagian dari cita-cita Otonomi Khusus Papua bahwa kesejahteraan harus tumbuh dari usaha rakyat sendiri.

“Kami tidak ingin hanya bicara. Kami sudah membuktikan dengan membuka usaha. Sekarang yang kami rindukan adalah dukungan nyata: fasilitas, alat kerja, dan modal agar pelayanan bisa lebih baik,” katanya.

Di tengah minimnya fasilitas, Bengkel Maju tetap bertahan. Setiap baut yang dipasang, setiap mesin yang kembali hidup, adalah bukti kecil bahwa kerja keras masih bisa mengalahkan keterbatasan. Warga Bomomani pun merasakan manfaatnya tak perlu pergi jauh untuk memperbaiki kendaraan mereka.

Bagi para pengelola Bengkel Maju, dukungan pemerintah bukan sekadar bantuan, melainkan investasi bagi masa depan. Sebab ketika anak-anak Papua diberi alat dan kesempatan, mereka tidak hanya memperbaiki mesin mereka sedang membangun harapan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama