Memperingati Hari Pers Nasional: Ini Tegas Komnas HAM Papua Terkait MBG

 

Foto bersama Frits Ramandey Komnas HAM papua, Imam khoiri wakil II DPRK kota Jayapura, ketua yayasan teker Papua Hesty kere, Lina umasugi dan Jurnalis Papua setelah usai diskusi di pondok skyper skyline senin (9/2/2026). Istimewa


JAYAPURA, TEBINGDOGIYAI. com - Memperingati Hari Pers Nasional. Jurnalis Papua Gelar diskusi MBG, titik atau koma dan Pameran Foto-puisi Jurnalis.di pondok skyper Skyline Abepura, kota Jayapura, Papua, Senin (9/2/2026). 

Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua, Frits Ramandey menyatakan bahwa standar kemampuan produksi yang ditetapkan terlalu tinggi, seperti kewajiban memasak untuk 1.000 orang, sementara infrastruktur dan tenaga kerja belum memadai. Oleh karena itu, Komnas HAM merekomendasikan agar target produksi disesuaikan terlebih dahulu dengan kemampuan yang ada di lapangan.

Komnas HAM Papua juga mencatat adanya keluhan dari pemerintah daerah terkait implementasi program MBG, khususnya mengenai ketidakjelasan alokasi anggaran. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan pemerintah daerah dalam melakukan perencanaan dan pengawasan program secara efektif.

Ke depan, Komnas HAM Papua berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat lokal agar setiap kebijakan dan program pembangunan di Papua benar-benar berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan orang asli Papua.

ia meminta pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah Daerah memfasilitasi anak Papua agar karena Mbg hadir di papua setelah dua bulan dilantik presiden RI. Dan juga mengambil kebijakan yang benar, Gedung Gedung dari pemerintah yang tidak pake kasih ke ana anak Papua supaya mereka juga mengelola dengan baik, "ujarnya.

Anak Papua bukan berarti tidak mampu tetapi hanya saja kurang perhatian dari pemerintah untuk memfasilitasi berupa anggaran dan tempat, untuk itu, kami Komnas HAM Republik Indonesia perwakilan Papua meminta pemerintah, berilah kesempatan kepada Anak asli Papua, karena banyak anak Papua yang mimpi besar untuk kelolah sendiri, "harapnya.

Lebih jelasnya, ntuk program MBG Sesuai instruktur tidak ada tergat, tetapi masak sesuai tenaga setiap ddapur, maka kami harap dapur dapur yang prinsipnya memiliki terget upayakan lebih sedikit dari target yang ada di dapur agar setiap penerima rata rata mendapatkan, "ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat hingga pemerintah daerah utamakan garis kordinasi agar MBG Kelola dengan baik aman damai dan sesuai visi misi Presiden Republik indonesia. 


Penulis. Bedugi Tosai

Posting Komentar

0 Komentar