Pemprov Papua Tengah Tegaskan Gereja Mitra Strategis Pembangunan dalam Musyawarah Pastoral Mee VIII

 

NABIRE, TEBINGDOGIYAI.COM - Senin, 2 Januari 2026 Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan bahwa gereja merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan manusia seutuhnya.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Musyawarah Pastoral Mee VIII yang dilaksanakan di Nabire.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kabupaten Paniai atau yang mewakili, Uskup Keuskupan Timika, para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, ketua panitia beserta anggota, para pastor dekan, pastor paroki, diakon, pelayan pastoral wilayah Keuskupan Timika, peserta musyawarah, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Marthen Ukago, menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta Musyawarah Pastoral Mee VIII yang mengusung tema “Saling Mongthidup Kau VIII”.

“Atas nama pemerintah dan pribadi, saya menyampaikan selamat datang dan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta, para pimpinan gereja, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta seluruh umat Mee yang datang dari berbagai wilayah di Tanah Papua,” ujar Marthen Ukago membacakan sambutan gubernur.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan nilai-nilai spiritual, etika, budaya, dan kemanusiaan. Oleh karena itu, peran gereja dan komunitas umat Mee dinilai sangat penting dalam menjaga persatuan, merawat harmoni sosial, serta menanamkan nilai kasih, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab di tengah masyarakat.

Melalui Musyawarah Pastoral Mee VIII ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap lahir rekomendasi pastoral yang kontekstual dan membumi, program pelayanan yang menjawab kebutuhan nyata umat, penguatan peran keluarga, pemuda, dan perempuan, serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan persatuan di Tanah Papua.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengajak seluruh peserta musyawarah untuk terus membangun sinergi antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya Papua Tengah yang damai, sejahtera, bermartabat, dan beriman.

Musyawarah Pastoral Mee VIII diharapkan menjadi wadah refleksi dan konsolidasi pelayanan gereja yang berdampak nyata bagi kehidupan umat serta masa depan Tanah Papua.

Posting Komentar

0 Komentar