Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Yayasan Teknologi Hijau Papua Gandeng Dinas Kehutanan Jawa Timur, Siapkan Bibit Unggul untuk Sukseskan Go Green Papua Tengah 2045


 JAYAPURA -Komitmen mewujudkan Papua Tengah sebagai kawasan hijau berkelanjutan terus diperkuat. Yayasan Teknologi Hijau Papua resmi menjalin kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembenihan Tanaman Hutan dalam penyediaan bibit pohon berkualitas untuk mendukung Program Go Green Papua Tengah 2045.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan kebutuhan bibit unggul sebagai fondasi utama pelaksanaan program penghijauan berskala besar yang akan dimulai di Kabupaten Paniai sebagai proyek percontohan (pilot project), sebelum diperluas ke tujuh kabupaten lainnya di Provinsi Papua Tengah.

Program Go Green Papua Tengah 2045 sendiri merupakan gerakan penghijauan jangka panjang yang menargetkan penanaman 30 juta pohon selama 20 tahun mendatang. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga bertujuan menjaga kelestarian hutan Papua, mengurangi dampak perubahan iklim, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Ketua Yayasan Teknologi Hijau Papua, Otopianus P. Tebai, mengatakan keberhasilan program penghijauan sangat ditentukan oleh kualitas bibit yang digunakan sejak awal.

Menurutnya, penggunaan bibit unggul akan meningkatkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman sehingga manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Kami ingin memastikan bahwa pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Karena itu kami menggandeng UPT Pembenihan Tanaman Hutan Jawa Timur yang telah memiliki pengalaman serta rekam jejak dalam memproduksi bibit unggul untuk berbagai kebutuhan rehabilitasi hutan," kata Otopianus.

Ia menjelaskan, Kabupaten Paniai dipilih sebagai daerah pertama pelaksanaan Program Go Green Papua Tengah 2045 karena memiliki potensi besar sebagai kawasan percontohan penghijauan di Papua Tengah.

Setelah pelaksanaan di Paniai berjalan sesuai target, program tersebut akan diperluas ke Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai, Mimika, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.


Selain penyediaan bibit, kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur juga mencakup konsultasi teknis mengenai jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi geografis dan agroklimat Papua Tengah.


Salah satu jenis tanaman yang menjadi prioritas dalam tahap awal program ialah Pinus merkusii, yang dinilai memiliki daya adaptasi baik pada wilayah tertentu di Papua Tengah dan mampu mendukung upaya rehabilitasi kawasan hutan.


Otopianus mengatakan, pemilihan bibit dari sumber yang terpercaya dan bersertifikat merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memastikan setiap tahapan program dilakukan secara profesional dan berdasarkan standar teknis kehutanan.


Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya menghasilkan jutaan bibit berkualitas, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal dalam pengelolaan persemaian dan rehabilitasi hutan.


Sementara itu, Kepala UPT Pembenihan Tanaman Hutan Provinsi Jawa Timur, Didik Triswantara, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Yayasan Teknologi Hijau Papua.


Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mendukung pelestarian hutan Indonesia melalui penyediaan bibit tanaman yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.


Didik menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan teknis mulai dari penyediaan bibit, pendampingan pembibitan, hingga konsultasi mengenai jenis tanaman yang paling sesuai dengan kondisi lingkungan di Papua Tengah.


"Kami menyambut baik kerja sama ini dan siap mendukung penyediaan bibit unggul sesuai kebutuhan teknis di lapangan. Harapan kami, bibit yang disiapkan dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi keberhasilan Program Go Green Papua Tengah 2045,"** ujarnya.



Program Go Green Papua Tengah 2045 merupakan salah satu inisiatif besar Yayasan Teknologi Hijau Papua yang dirancang untuk mendukung pelestarian hutan melalui gerakan penghijauan secara berkelanjutan. Program ini menargetkan penanaman 30 juta pohon di delapan kabupaten di Papua Tengah selama 20 tahun ke depan dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, masyarakat adat, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.


Program tersebut juga sejalan dengan target nasional Indonesia's FOLU Net Sink 2030 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon. Selain mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 atau lebih cepat, program ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga hutan tropis dan mengatasi perubahan iklim.


Ketua Yayasan Teknologi Hijau Papua, Otopianus P. Tebai, berharap kolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pelestarian hutan Papua.


"Kami percaya keberhasilan Program Go Green Papua Tengah 2045 tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang ditanam, tetapi dari kemampuan kita bersama menjaga pohon-pohon itu tetap hidup hingga menjadi hutan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Ini adalah investasi untuk masa depan Papua dan generasi yang akan datang. Karena itu, mari kita bersama-sama melindungi Papua sebagai paru-paru dunia," pungkas Otopianus.

Posting Komentar

0 Komentar