Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Empat Pilar MPR RI Disosialisasikan di Kampung Matara, Edoardus Kaize Dorong Kerukunan Warga


MERAUKE– Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Papua Selatan, Edoardus Kaize, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI di Kampung Matara, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, pada 11 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut dihadiri aparat kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus menanamkan nilai-nilai persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Edoardus Kaize menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki masyarakat Papua Selatan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial tidak boleh menjadi pemicu perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa.

"Keberagaman adalah kekuatan bangsa. Melalui pemahaman Empat Pilar MPR RI, kita diajak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan hidup berdampingan secara damai," ujar Kaize.


Pada kesempatan tersebut, Kaize menjelaskan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Ia mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RI sangat relevan diterapkan di Kabupaten Merauke yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang beragam. Karena itu, semangat persatuan dan toleransi harus terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Kaize, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, ia mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda untuk terus berperan aktif dalam menjaga keharmonisan sosial di lingkungan masing-masing.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan. Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat memiliki peran penting dalam menjadi teladan bagi generasi muda untuk hidup rukun dan saling menghormati," katanya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana dialogis. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman mengenai kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman yang ada di Merauke.

Diskusi tersebut juga membahas berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat serta pentingnya memperkuat nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sekaligus putra asli Papua Selatan, Kaize menegaskan bahwa persatuan yang dibangun dari tingkat kampung akan menjadi fondasi kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan menjaga keutuhan bangsa.


"Masyarakat adalah pilar utama bangsa. Jika kehidupan masyarakat rukun dan saling menghargai, maka Indonesia akan tetap kuat dan bersatu," tegasnya.


Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut, Edoardus Kaize berharap semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat Kampung Matara dan wilayah Papua Selatan secara umum. Ia meyakini kerukunan yang terjaga akan menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang aman, damai, dan sejahtera.

Posting Komentar

0 Komentar