Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Jaga Papua Pegunungan Tetap Kondusif, Ini Pesan Sopater Sam

Anggota Sopater Sam saat melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia di Gedung Nusantara, Jalan Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (9/2/2026) sore. Kegiatan tersebut diikuti 150 peserta dari Organisasi Nahebat, Swadiri, dan Andi dalam rangka penguatan nilai-nilai 4 Pilar MPR RI.

WAMENA, TEBINGDOGIYAI.COM- Anggota MPR RI, Sopater Sam, ST, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Nusantara, Jalan Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Senin (9/2/2026) sore.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari Organisasi Nahebat, Swadiri, Andi, serta unsur masyarakat lainnya. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, dengan sesi dialog terbuka antara narasumber dan peserta.

Dalam penyampaiannya, Sopater Sam menegaskan pentingnya menjaga situasi Papua Pegunungan agar tetap aman dan kondusif. Menurutnya, nilai-nilai Empat Pilar MPR RI menjadi landasan utama dalam memperkuat persatuan dan mencegah potensi konflik di tengah masyarakat yang majemuk.

“Keamanan harus dimulai dari kampung. Kalau masyarakat hidup rukun, saling menghormati, dan menjaga persaudaraan, maka daerah ini akan tetap kondusif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Nilai-nilai tersebut, kata dia, sejalan dengan kehidupan masyarakat adat yang menjunjung tinggi musyawarah dan kebersamaan.

Sopater juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Ia mengajak tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

“Papua Pegunungan adalah rumah kita bersama. Kalau kita jaga kedamaian, maka pembangunan akan berjalan dan masa depan generasi muda akan lebih baik,” tegasnya.

Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya wawasan kebangsaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebagai putra asli Papua Pegunungan, Sopater Sam menyatakan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyampaikan edukasi kebangsaan sekaligus mendengar aspirasi warga demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

Posting Komentar

0 Komentar