JAYAPURA, TEBINGDOGIYAI.COM- Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Paniai (FKM-KP) Yang tergabung dalam Tim Peduli Kemanusiaan Gelar Konfresi pers bentuk penolakan pendoropan militer dan investasi,ini berlangsung di Asrama Paniai, perumnas III Waena, kota Jayapura, provinsi Papua Selasa (25/11/2025).
Tim Peduli Kemanusiaan Yulianus Bunai A Mengatakan bahwa, kabupaten paniai menjadi sorotan publik persoalan yang terjadi di kabupaten paniai, baik Persoalan Krisis Kemanusiaan, Pendropan Militer, serta Ancaman daerah otonomi baru. Krisis kemanusiaan terus terjadi baik di kalangan Masyarakat bahkan di lingkup pemerintah kabupaten paniai hingga kehidupan sosial duluh hidup damai, kini telah hancur dan saling tidak percaya satu antara setiap lapisan Masyarakat paniai.
Melihat dengan berbagai persoalan di kabupaten Paniai maka, kami Tim Peduli Kemanusiaan Paniai menyampaikan sikap tegas kepada Pemerintah sebagai berikut:
1. Presiden Republik Indonesia, Presiden Papua Tengah, dan Bupati Paniai diminta segera menghentikan rencana pembukaan DOB baru di Tanah Papua—khususnya di Kabupaten Paniai—yang dilakukan tanpa melibatkan masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.
2. DPRD Kabupaten Paniai harus segera bersurat kepada Presiden RI untuk menarik militer non-organik dari Kabupaten Paniai.
3. Hentikan praktik militerisasi yang digunakan untuk mendukung kepentingan korporasi dan proyek ekstraktif.
4. Hentikan penempatan aparat non-organik yang tidak manusiawi dan segera tarik kembali seluruh pasukan ke pusat.
5. Melihat kegagalan pemerintah dalam menangani masalah sosial di kalangan mahasiswa Paniai, kami menolak sepenuhnya pembentukan DOB baru di Kabupaten Paniai dan seluruh Tanah Papua.
6. Negara wajib melindungi Orang Asli Papua (OAP) sebagai kelompok rentan, terutama masyarakat Kabupaten Paniai.
7. Pemerintah Kabupaten Paniai diminta menghentikan rencana pembukaan DOB baru yang dilakukan tanpa sosialisasi kepada masyarakat.
8. Pemerintah ODA di Demak Jaya diminta menghentikan pembukaan DOB baru yang dilakukan secara sepihak dan tanpa melibatkan masyarakat adat.
9. Segera hentikan seluruh operasi militer di Tanah Papua.
10. Hentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di seluruh Tanah Papua.
11. Mahasiswa Paniai Kota Jayapura mendukung penuh masyarakat adat Paniai dalam upaya mempertahankan hak-hak adat.
12. Kami menolak rencana pertambangan Blok Wabu.
13. Kami mendukung pelaksanaan Pemilu 2025/2026 di Paniai dengan jaminan keamanan tanpa keterlibatan TNI–Polri non-organik dan organik dalam politik.
14. Berikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua sebagai solusi demokratis.
Penulis. Melki Obaipa
Editor . Admin
