Memperingati HUT ke-116 Pekabaran Injil Di Tanah Tabi, Walikota Jayapura Jadwalkan, 7 maret dan 10 maret, Hari penting bagi Warga Kota Jayapura


 Ibadah Perayaan Syukuran HUT ke- 116 Pekabaran Injir  Di Tanah Tabi. Yang berlangsung di Kampung Engros, Kota Jayapura, Provinsi Papua Selasa (10/4/2026).


JAYAPURA, TEBINGDOGIYAI. com - Ibadah Perayaan Syukuran HUT ke- 116 Pekabaran Injir  Di Tanah Tabi. Yang berlangsung di Kampung Engros, Kota Jayapura, Provinsi Papua Selasa (10/4/2026). 

Ibadah Perayaan itu, mengusung Thema; "Kasih Kristus menggerakkan kemandirian Gereja, Mewujudkan keadilan, perdamaian dan kesejahteraan (2 Korintus 5: 18;19 Mazmur 72: 2,3)". dan Sud thema; "Kasih Kristus menggerakkan kepedulian Gereja bagi pemulihan Tanah dan Manusia di Tanah Tabi".

Walikota Jayapura Abisai Rollo menyatakan Perayaan ini merupakan bagian dari pernyataan iman kita kepada Tuhan. Dengan merayakan ini , kita menunjukkan bahwa terus bertumbuh di dalam Kristus dan kasih Kristus kepada semua orang. Injil yang sudah berumur 116 tahun menjadi tanda bahwa umat Kristen di Tanah Tabi dan di Tanah Papua telah berjalan cukup panjang, namun iman kita harus terus bertumbuh, "ujarnya.

"Kita  harus mengajarkan kepada anak-anak mudah untuk mengenal Kristus. Seperti yang  disampaikan firman Tuhun bahwa kita semua adalah penjaga Tanah Papua. Kita hidup di atas tanah ini bersama-sama, sehingga melalui perayaan ini, kita diingatkan untuk tetap menjaga tanah ini dan menjaga kebersamaan kita. 

Saya bersama Ketua Klasis Port Numbay, para pendeta, kepala suku, serta seluruh masyarakat di Kota Jayapura harus terus bergandengan tangan menjaga kebersamaan hidup. Baik umat Kristen maupun saudara-saudara kita yang Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. kita semua diajak untuk bersatu menjaga kota ini, "ajak Rollo walikota Jayapura. 

bersama-sama menjaga Tanah Papua dan menjaga generasi yang akan menggantikan kita di masa depan. Masa depan Kota Jayapura, masa depan Tanah Papua, dan masa depan Indonesia ada di tangan generasi berikutnya.

Selain itu, ia menyampaikan terkait jaringan telekomunikasi, khususnya Telkomsel. Sebagai sebuah kota, seharusnya masyarakat tidak mengalami kesulitan jaringan. Saya pernah menyampaikan hal ini ketika masih menjabat sebagai Ketua DPRD, dan sekarang sebagai wali kota saya kembali menegaskan hal tersebut.

Jaringan telekomunikasi sangat penting, terutama untuk pendidikan anak-anak kita. Dengan jaringan yang baik, anak-anak tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Karena itu, titik-titik yang masih mengalami blank spot harus segera dipasang jaringan.

Rencananya jaringan akan dipasang di beberapa wilayah seperti Koya dan daerah lainnya. Jika masih ada titik yang belum terjangkau jaringan, pemerintah akan berupaya memasangnya agar mempermudah masyarakat dan anak-anak dalam mengakses pendidikan. Saya juga akan mengundang pihak Telkomsel untuk turun langsung melihat daerah-daerah yang masih mengalami kendala jaringan.

Hari ini, kami pemerintah kota Jayapura  meliburkan anak-anak sekolah. Tujuannya agar anak-anak yang beragama Kristen dapat hadir dalam perayaan ini dan mengetahui bahwa tanggal 10 Maret merupakan hari yang penting bagi sejarah masuknya Injil di Tanah Tabi. Jika mereka tidak dilibatkan, maka mereka tidak akan memahami sejarah tersebut, "ungkapan.

Saya berharap di tahun depan seluruh masyarakat Kota Jayapura dapat ikut terlibat dalam perayaan tersebut. Kita bisa memasang tenda di berbagai kampung, seperti di Skouw Tiga dan wilayah lainnya, agar masyarakat dapat berkumpul untuk bersyukur kepada Tuhan atas kehidupan yang kita nikmati di kota ini.

Kita bersyukur karena kita bisa hidup di kota ini, menikmati air minum, menikmati berbagai fasilitas, serta hidup dalam damai. Karena itu, pada 7 Maret masyarakat diharapkan ikut merayakan dan bersyukur atas kebaikan Tuhan bagi Kota Jayapura.

Begitu juga pada 10 Maret tahun depan, saya berharap seluruh umat Nasrani dapat hadir untuk beribadah dan bersyukur kepada Tuhan karena Ia masih memberikan kehidupan, memelihara kita, dan menjaga kita tetap aman di Kota Jayapura.

Harapan kami pemerintah kota Jayapura , kedua tanggal ini, nantinya dapat ditetapkan secara resmi sehingga setiap tahun tetap diperingati, meskipun wali kota berganti. Dengan begitu, masyarakat akan terus mengingat bahwa tanggal 7 Maret dan 10 Maret adalah hari penting bagi Kota Jayapura.

Tanggal 7 Maret kita mensyukuri pemeliharaan Tuhan atas kota ini, sedangkan tanggal 10 Maret kita mensyukuri terang Injil yang telah membawa perubahan dan memberi kita kehidupan. Dengan Injil, kita menerima terang yang menuntun  untuk terus bersyukur kepada Tuhan setiap hari.

Kesempatan yang sama , etua Klasis GKI Port Numbay, Andris W. Tjoe peringatan 116 tahun ini bagi masyarakat yang hidup di Kota Jayapura, yang terdiri dari berbagai denominasi gereja, suku, agama, dan latar belakang yang berbeda, adalah pentingnya menjaga moderasi beragama dan kerukunan hidup bersama.

Kerukunan antar umat beragama dan antara warga, masyarakat yang beragam di kota ini sangat penting. Jika kerukunan  terjaga dengan baik, maka perayaan seperti ini akan membawa Kota Jayapura menjadi kota yang aman dan damai.

Perayaan ini, bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan perubahan dalam kehidupan masyarakat. Selama lebih dari satu abad, masyarakat terus mengalami perubahan-perubahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Hari ini masyarakat juga menginginkan komunikasi yang baik serta pertumbuhan ekonomi yang baik. Namun semua itu hanya dapat terwujud jika kota ini tetap aman dan damai.

"Karena itu, mari kita berjalan bersama dengan satu hati dan satu pikiran untuk membangun Kota Jayapura. Seperti moto Kota Jayapura, “Hen Tecahi Yo”, kita harus bersatu hati dan pikiran agar kota ini dapat berkembang dengan baik," ungkap. 

ditujukan kepada generasi muda agar mereka terus menjaga persatuan dan kebersamaan. Tema perayaan hari ini juga mengingatkan kita untuk memiliki kepedulian, tidak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada alam ciptaan Tuhan.

Lingkungan alam sangat penting bagi kehidupan kita. Jika alam tetap terjaga, maka kita akan merasakan kesejukan dan kenyamanan hidup di kota ini.

Karena itu, dalam rangka peringatan 116 tahun masuknya Injil, kami juga menjalankan program penanaman pohon. Penanaman pohon telah dilakukan di sepanjang kawasan pantai, termasuk di daerah Bhayangkara.

Kami berharap masyarakat juga ikut terlibat menjaga lingkungan. Jika memungkinkan, setiap rumah dapat menanam setidaknya satu pohon. Dengan begitu, Kota Jayapura dapat menjadi kota yang hijau, sejuk, dan nyaman untuk semua orang.

Kami juga pernah membicarakan tentang kemungkinan menjadikan tanggal 10 Maret sebagai hari libur khusus di Kota Jayapura. Hal ini pernah didiskusikan bersama pemerintah kota dan DPRD, dan kami siap untuk terus mendorong agar hal tersebut dapat diwujudkan.

Saat ini kami juga terus melakukan refleksi di tingkat klasis serta menyampaikan kepada jemaat dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan yang bersih. Jika setiap rumah tangga menjaga kebersihan lingkungannya, maka secara keseluruhan kota ini juga akan menjadi bersih dan sehat.



Penulis. Tim Redaktur

Posting Komentar

0 Komentar