JAYAWIJAYA, TEBINGDOGIYAI.COM - Pront Peduli Rakyat Yahukimo Kabupaten Jayawija Se-indonesia menggelar aksi mimbar bebas,berlangsung di Jayawija, Papua Pegunungan Rabu (21/1/2026).aksi mimbar tersebut mengusung thema; “Yahukimo Darurat Militer dan investor”.
Penanggung Jawab aksi Mimbar bebas FBRY-KY YON Iksomo menegaskan bawah Berdasarkan pembacaan situasi dan juga pemantauan langsung di kota dekai kab Yahukimo. Sedang darurat operasi militer dan juga masuknya investasi, yang sangat masif terencana melalui elit-elit politik Yahukimo. Sehingga menyebabkan terjadinya pengungsian penanggapan dan penembakan serta terancamnya eksistensi hidup dan kehidupan rakyat yahukimo.
“ia mengatakan,Kami ingin mengupdate operasi militer di Kabupaten Yahukimo di mulai pada november 2021 semenjak Satuan Damai Cartenz memasuki distrik suru-suru. Lalu kemudian operasi militer terus berlanjut sampai dengan saat ini tahun 2026. situasi terkini di Dekai, ibu kota kabupaten Yahukimo. Bahwasannya pendropan militer terus terjadi dalam skala besar terhitung mulai dari tanggal 9 hingga 19 Desember 2025, telah terjadi penambahan personil aparat melalui pendropan militer indonesi, pertama melalui jalur laut atau sungai braza Yahukimo, menggunakan Kapal laut dengan jumlah total militer indonesia yang di drop 600-an personil
Pendropan militer melalui udara juga terjadi pada tanggal 18,19, dan 22 Desember 2025, sampai dengan tanggal 28 Desember, dapat di lihat pada foto dan video yang sedang beredar bahwa pendropan TNI/POLRI juga terus berlangsung sampai dengan tanggal, 29 desember 2025 kembali penambahan satgas operasi damai cartenz brimob 1 kompi.
Akibatnya operasi militer dari tahun 2021 sampai sekarang ada beberapa kasus warga sipil seperti, ada dua orang ibu yang di bunuh ketika berada di kebun mereka di kilo 4, kota Dekai, yang dimana sampai dengan saat ini pelaku pembunuhan dua orang ibu tersebut belum diungkap, ada juga pada bulan maret tahun 2021, saat aksi tuntutan pembebasan Victor Yeimo, seorang warga atas nama Ferianus Asso di bunuh, karena masaa yang datang tidak dapat melawan kekuatan militer yang cukup besar dan padat di kota Dekai. Juga pada bulan November 2025 terjadi pengeboman menggunakan granat yang dipasang di Drone, lalu di turunkan di Rumah-rumah warga sipil distrik Duram ,suku Kimyal di JL. Gunung, akibatnya seorang pelajar 17 tahun, Listin dan satu orang warga sipil lainnya yaitu Sisa Dapla terkena ledakan Bom Granat yang dijatuhkan kedalam rumahnya dan Listin Sam meninggal dunia dan Sisa Dapla mengalami luka-luka.
Pada tanggal 13 Desember seorang tunawicara bernama Yuniut Yalak ,di tangkap oleh aparat militer Indonesia di Jalan Gunung dan di tahan di tahanan kemudian dianiaya hingga babak belur ada juga pada 23 dan 24 Desember juga terus terjadi , dimana seorang Warga sipil atas nama Agus Magayang yang juga berstatus sebagai mantan kepala desa Debula, asal suku kimyal yang terkena ledakan bom ranjau rakitan yang dipasang di halaman rumahnya hingga jalan menuju kerumahnya dan di sekitaran lokasi kebun mereka termasuk di rumah seorang tentara aktif, adik dari Agus Magayang yang bertugas di Kodim 1715 Yahukimo .
Banyak rumah-rumah warga sipil yang dihancurkan oleh militer karena akibat konflik bersenjata dan juga banyak korban jiwa dari warga sipil yang terus berjatuhan karena Militer Indonesia menyasar atau memasuki ranah warga sipil bersama tempat tinggal mereka menjadi sasaran daripada target operasi militer Indonesia di Yahukimo,”jelasnya.
Arus pengungsian terus meningkat, gangguan kesehatan juga meningkat karena pengungsi warga sipil di Yahukimo juga tidak bisa mendapat akses kesehatan dan medis yang layak, sehingga banyak korban warga sipil yang mati di pengungsian, akhir 2025, ini terdapat juga satu orang Ibu Atas nama Humuin bahabol [uam ,7 juli 1986] dari distrik sumo kampung uam suku yali yang menetap dijalan gunung dan satu orang anak usia 5 tahun nama Ashepia Yalak, dari kampung debula distrik kwelamdua yang menetap keluarga jalan gunung dekai. terpaksa harus meninggal dunia akibat keterbatasan penanganan medis dan minimnya akses kesehatan.
Melihat dengan uraian diatas maka kami Front Mahasiswa Yahukimo Seindonesia mendesak ataupun menuntut juga agar negara segera tarik militer TNI- Polri dari Yahukimo, lalu kemudian hentikan segala bentuk perusahaan yang sedang incar-incar untuk masuk di wilayah yahukimo, karena masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan baik karena berada di bawah ancaman dan kebrutalan aparat di daerah rawan konflik bersenjata maka kami menyatakan sikap sebagai berikut:
1.Brimob Operasi Satuan Damai Cartenz stop melakukan penangkapan liar warga sipil di Yahukimo.
2.Aparat militer indonesia stop pemboman di pemukiman warga sipil.
3.Hentikan operasi militer ofensi
serangan udara dan pengeboman di pemukiman warga.
4.Kami mengutuk keras aparat militer indonesia yang menembak warga sipil diluar hukum (Extra Judisial Kiling).
5.Negara indonesia, segera tarik militer organik dan non organik dari Yahukimo dan seluruh Teritory West Papua.
6.Tolak seluruh investasi dan daerah otonomi baru (DOB) di Yahukimo.
7.Kami mengancam elit-elit politik Yahukimo sebagai aktor utama dalam masuknya investasi di Yahukimo.
8.Buka akses tanpa syarat bagi PBB, jurnalis internasional, lembaga kemanusiaan, dan pemantau independen untuk masuk di Tanah Papua.
9.Bebaskan seluruh tahanan politik papua, termasuk pelajar dan anak-anak yang dikriminalisasi, yaitu Ivan Kabak -Son Balinga Dan Iron Heluka di Yahukimo.
10.Hentikan proses bayar-membayar kepala serta menyerukan lawan impunitas di Yahukimo dan seluruh Tanah Papua.
11.Cabut izin 28 kompi Pos militer Satuan Damai Cartenz di Yahukimo.
12.Untuk menghentikan seluruh skalasi konflik di atas tanah papua, sebagai solusi paling demokratis berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa Papua.
Penulis. Melkias Obaipa
Editor. Tim Redaktor


0 Komentar