JAYAPURA, TEBINGDOGIYAI.Com - Mahasiswa asal Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa/i Apogo (IPPMA) Se-Jayapura menggelar perayaan Natal bersama di Sekretariat IPPMA, Kota Raja Luar, pada Minggu (7/12/2025). Perayaan ini menjadi momen untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus sekaligus memasuki Tahun Baru 2026.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan thema “Keluarga bersatu untuk menyambut putra Natal yaitu Tuhan Yesus Kristus” serta subtema “Memperkuat ikatan kasih antar keluarga wujud kehadiran Tuhan Yesus Kristus.”
Perayaan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Theofilus Tekege, mahasiswa STT Walter Post Sentani. Kotbah diambil dari Lukas 2:11 tentang kelahiran Yesus. Ia menegaskan bahwa sama seperti Yesus lahir dalam masa penjajahan, Papua yang kini menghadapi banyak persoalan juga membutuhkan harapan. Karena itu, kehadiran Kristus menjadi sumber kekuatan bagi umat.
Yulius B. Mote, perwakilan Badan Pengurus IPPMA Apogo, menyampaikan rasa bangga kepada panitia yang bekerja keras walau waktu persiapan hanya sekitar tiga minggu setengah.
“Panitia kali ini bekerja luar biasa. Waktu mereka sangat singkat, tetapi bisa menyukseskan kegiatan ini. Harapan saya, mahasiswa Apogo tetap jaga kekompakan seperti sebelumnya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan makna dekorasi Natal tahun ini. Enam garis biru melambangkan enam provinsi di Papua, sementara tujuh garis putih menggambarkan tujuh wilayah adat. Warna merah melambangkan kondisi Papua yang masih berada dalam tekanan, dan bintang pada puncak dekorasi menjadi simbol harapan bahwa terang Tuhan akan hadir pada waktunya.
Ketua Panitia Natal 2025, Simon Adii, mengatakan bahwa persiapan kegiatan menghadapi berbagai tantangan, namun panitia tetap bertahan dan bekerja sama.
“Waktu kami hanya tiga minggu setengah. Tapi dengan kerja fisik, nonfisik, serta kekompakan di antara anggota, senior, dan adik-adik, kegiatan ini bisa berjalan baik,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, baik dalam pencarian dana maupun mendukung panitia selama proses persiapan.
Para senior IPPMA, termasuk Natalis Takimai, memberikan apresiasi kepada panitia yang tetap bekerja dengan semangat pelayanan. Mereka menegaskan bahwa kekompakan dan saling menopang adalah kekuatan utama keluarga besar Apogo.
Perayaan Natal ini mengingatkan mahasiswa untuk membawa terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari di tanah rantau menjadi generasi yang menjaga persatuan, menjadi agen perubahan, dan terus berkontribusi bagi kemajuan Papua
Penulis. Tim redaksi


