SENTANI, TEBINGDOGIYAI .Com - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Gelar Aksi demostrasi Memperingati hari HAM Se-dunia. Di kawasan Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua Rabu (10/12/2025).
Ketua KNPB Pusat, Agus Kossay, Menegaskan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) ke-77 menjadi momentum bagi semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan aparat keamanan, untuk membuka ruang demokrasi bagi masyarakat Papua.
Agus Kossay menambahkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat tidak boleh hanya diberikan pada momen peringatan HAM. Ia berharap, pada hari-hari lainnya pemerintah dan aparat penegak hukum juga memberikan ruang yang sama bagi warga untuk menyampaikan aspirasi,"tegas Agus Kossay.
"Tempat ini adalah rumah rakyat Papua orang Tabi, Lapago, Meepago, hingga tujuh wilayah adat. Mereka punya hak untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Suara rakyat tidak boleh dibungkam secara represif,” Ujarnya.
Ia menyoroti bahwa tindakan pembatasan yang disertai pendekatan militer justru dapat menimbulkan trauma bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah, DPR, dan aparat keamanan seharusnya membuka ruang dialog agar masyarakat dapat menyampaikan persoalan yang mereka alami,"pungkasnya.
kasus kematian seorang ibu hamil, Sokoy, yang baru terungkap belakangan ini. Ia menyebut masih banyak persoalan serupa yang belum muncul ke permukaan karena tidak adanya ruang bagi masyarakat untuk bersuara keresahannya.
“Hari-hari seperti ini, seharusnya menjadi kesempatan bagi rakyat untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan, sehingga pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan yang selama ini diambil,” ungkap Kossay
"Ia menilai bahwa tindakan pemeriksaan aparat sebelum masa memasuki halaman kantor Bupati aksi yang dilakukan oleh aparat keamanan adalah bentuk pelanggaran hukum. Maka Ia menegaskan KNPB merupakan organisasi yang terstruktur dan selalu mengimbau massa untuk tidak membawa senjata tajam, minuman keras, maupun benda berbahaya lainnya selama aksi berlangsung,"jelasnya .
“Ini KNPB bukan aksi pertama kami. Kami selalu menegaskan bahwa massa tidak boleh membawa barang-barang yang membahayakan. KNPB berjalan secara teratur dan sistematis,” tutupnya.
Penulis. Melkias Obaipa
Editor. Admin
