‎BEM FKM Uncen Berkolaborasi dengan Greenpeace: 5 poin Penting Untuk Pemerintah ‎


Foto istimewa saat Nobar dan Diskusi di Aula FKM Uncen, Abepura, kota Jayapura, Papua Jumat (14/11/2025)

JAYAPURA, TEBINGDOGIYAI.Com - Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UNCEN) berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia base Jayapura, Menggelar Nobar dan Diskusi. Ini di aula FKM Uncen Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Sabtu (14/11/2025)

‎Nobar dan diskusi tersebut, Ketua BEM FKM Uncen Yoti Loho Membuka kegiatan sekaligus Menyampaikan sambutannya bahwa Kegiatan ini, sangat penting untuk kita anak"muda, terutama kita sebagai mahasiswa mampu melihat situasi"yang sedang tidak baik baik saja diatas Tanah Papua terutama Kondisi Papua Selatan tentang PSN dan Bisa di lihat Kondisi Sorong Raja Ampat dikeruk dengan habis habisnya. kegiatan ini , sangat penting untuk kita tahu karna yang akan bersuara adalah kita mahasiswa," pungkasnya.

‎Dalam kesempatan itu, Eligius Ogeten mewakili Greenpeace Tampil Sebagai Pembicara, Ia menyampaikan menyampaikan bahwa kondisi PSN makin panas , kita sebagai mahasiswa perlu melihat Kondisi nyata yang sedang terjadi di Papua Selatan seperti Pelanggaran HAM. Perampasan lahan: Lahan masyarakat, termasuk masyarakat adat, dapat dirampas untuk proyek tanpa kompensasi yang adil atau transparan. 

‎Kekerasan dan intimidasi. Masyarakat yang menolak atau protes. sering kali menghadapi kekerasan, penangkapan, dan intimidasi dari aparat keamanan. 

‎Hilangnya hak sipil, sosial, dan ekonomi. PSN dapat mengabaikan hak-hak dasar masyarakat, seperti hak untuk hidup nyaman dan ekonomi.

‎Di tempat yang sama Yustina Butu tampil Sebagai Pemateri ia juga sebagai Perempuan Aktivis Ham Lingkungan Menegeska bawah Penguatan gerakan pemuda adat. Membangun kekuatan gerakan masyarakat adat melalui berbagi pengalaman dan pengetahuan.

‎Pengakuan dan advokasi Mendesak pemerintah untuk mencabut izin eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat adat dan mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat.

Peningkatan kesadaran global Mengangkat suara pemuda adat ke panggung global untuk menarik perhatian pada krisis iklim dan keberlanjutan hutan, seperti yang tertuang dalam Deklarasi Sira.

‎Pelestarian hutan adat, Mengingatkan pentingnya menjaga hutan adat sebagai sumber kehidupan dan kekayaan alam.

‎"Lebih lanjut, perwakilan BEM dan DPM FKM Uncen Enes Dapla tampil sebagai pembicara menyampaikan bahwa kalo bukan kita yang bicara tentang Tanah? siapa yang akan bicara. Untuk itu ia mengajak anak mudah Papua menjaga dan lindungi hak" masyarakat adat,"ajaknya.

‎Mahasiswa FKM dan Greenpeace Indonesia base Jayapura menyampaikan Beberapa poin Penting sebagai berikut: 

1. Segera mengesahkan UU Masyarakat Adat 

‎2. Segera cabut IUP ilegal setanah Papua

‎3 Tolak PSN ditanah Papua 

‎4. Hentikan intimidasi kepada, aktivis HAM dan lingkungan 

‎5. Segera tarik militer organik dan non organik se tanah Papua

‎ 

‎Penulis.Yustina Butu

Posting Komentar

0 Komentar