Koni Papua Gelar Rakerda 2026,Bahas Strategi menuju Prestasi Nasional




Jayapura TEBINGDOGIYAI.Com– Rapat Kerja Provinsi (RAKERPROV) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua tahun 2026 resmi digelar di aula kantor koni.Rabu 15/4/2026.

dengan mengusung tema “Meningkatkan Prestasi Olahraga Menuju Papua Cerah.” 

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program pembinaan olahraga prestasi di Provinsi Papua.

Rapat kerja tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Lukas Christian Sohilait, yang hadir mewakili Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa RAKERPROV merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi program sekaligus menyusun langkah strategis ke depan.

“Forum ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan strategi peningkatan prestasi olahraga Papua secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran KONI Papua atas dedikasi dalam membina atlet, termasuk mereka yang berjuang secara mandiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah.

Pembinaan Atlet dari Akar Rumput Sekda Papua menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini melalui berbagai program seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Menurutnya, bibit-bibit atlet potensial harus terus didorong dan dikembangkan hingga masuk dalam pembinaan KONI.

“Kita harus membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar semua kabupaten terlibat. Tidak masalah hanya satu cabang olahraga, yang penting ada partisipasi. Dari situlah lahir atlet-atlet masa depan,” jelasnya.

Papua Didorong Jadi Provinsi Olahraga.Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga. 

Hal ini sejalan dengan hasil pertemuan Gubernur Papua dengan Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta.

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan adalah penataan organisasi cabang olahraga (cabor), termasuk evaluasi kepengurusan yang tidak aktif serta penyusunan target prestasi berbasis peringkat.

“Semua cabang olahraga harus memiliki target. Tidak ada lagi yang merasa tidak berpeluang. Semua harus berorientasi prestasi,” tegasnya.

Tantangan dan Efisiensi Anggaran Meski demikian, Sekda mengakui bahwa pembinaan olahraga saat ini menghadapi tantangan besar, terutama akibat efisiensi anggaran nasional. Oleh karena itu, ia mendorong perencanaan yang lebih tajam, terukur, dan realistis.

“Kita harus siap menghadapi keterbatasan fiskal dengan strategi yang matang, terutama dalam persiapan menuju PON 2028,” katanya.

Fokus Menuju PON 2028 RAKERPROV juga menyoroti persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Seluruh cabang olahraga diwajibkan mengikuti Pra-PON 2027 sebagai syarat lolos ke ajang tersebut.

Beberapa poin penting yang ditekankan dalam rapat kerja ini antara lain:

Pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan Peningkatan profesionalisme dan transparansi organisasi KONI Target masuk 10 besar nasional pada PON mendatang.

Persiapan Musyawarah KONI sebagai momentum konsolidasi organisasi.Peran Stakeholder dan Dunia Usaha.

Sekda juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta dan BUMN, untuk turut berkontribusi dalam pengembangan olahraga di Papua.

Ia menilai dukungan tidak boleh hanya bergantung pada satu pihak.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada satu perusahaan. Banyak perusahaan lain di Papua yang juga harus ambil bagian dalam mendukung olahraga,” ujarnya, menyinggung klub-klub seperti Persipura dan PSBS Biak.

Olahraga sebagai Pemersatu Bangsa.Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Papua periode 2022–2026, Kenius Kogoya, dalam sambutannya menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting sebagai pemersatu bangsa sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

“Olahraga bukan sekadar seremonial atau prestasi, tetapi membentuk karakter, moral, dan kepemimpinan generasi masa depan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan olahraga nasional mengacu pada tiga pilar utama dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yakni olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi.

Momentum Strategis Pembinaan Olahraga Papua. Menurut Kenius, RAKERPROV kali ini menjadi momentum penting untuk menyusun strategi menghadapi Pra-PON 2027 dan PON 2028, terutama di tengah kondisi yang penuh tantangan pasca pelaksanaan PON sebelumnya di Papua.

“Kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Semua cabor wajib ikut Pra-PON, karena itu pintu menuju PON,” tegasnya.

Harapan ke Depan Melalui RAKERPROV ini, seluruh pemangku kepentingan olahraga di Papua diharapkan dapat memperkuat sinergi guna mewujudkan generasi yang sehat, kuat, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Papua optimistis mampu kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dan menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.

Posting Komentar

0 Komentar