TEBING DODIYAI.COM,JAYAWIJAYA- Anggota MPR RI, Sopater Sam, ST melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Kamis (12/3/2026) sore di Aula Asrama Mahasiswa Nduga, Jalan Irian Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari gerakan rakyat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif, dengan antusiasme peserta yang tinggi dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan.
Dalam pemaparannya, Sopater Sam menegaskan pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Menurutnya, keberadaan Empat Pilar bukan sekadar konsep normatif, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Sosialisasi ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda di Papua Pegunungan, memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menjadi pondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Sopater Sam.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, mulai dari pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi informasi, hingga potensi perpecahan akibat perbedaan suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial.
“Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, kita harus tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Jangan sampai perbedaan justru memecah belah kita, tetapi harus menjadi kekuatan untuk bersatu,” tegasnya.
Sopater Sam menambahkan, masyarakat Papua memiliki kekayaan budaya dan keberagaman yang luar biasa. Hal tersebut sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, serta menjaga kerukunan antarwarga.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga NKRI. Mulai dari hal kecil, seperti saling menghargai, menjaga kedamaian, dan membangun komunikasi yang baik antar sesama,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Sopater Sam juga membuka ruang dialog dengan peserta. Sejumlah pertanyaan disampaikan, mulai dari implementasi nilai Pancasila di tengah masyarakat, peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa, hingga tantangan pembangunan di wilayah Papua Pegunungan.
Menanggapi hal tersebut, ia menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai penerus bangsa. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Empat Pilar harus ditanamkan sejak dini agar mampu menghadapi tantangan masa depan dengan tetap berlandaskan nilai kebangsaan.
“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah. Gunakan teknologi untuk hal positif dan membangun,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah. Sopater Sam menyampaikan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi serta mendengar aspirasi secara langsung.
Ia berharap melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memahami Empat Pilar secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan bisa menjadi bekal bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, khususnya di Papua Pegunungan,” tutupnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan semakin tertanam kuat di tengah masyarakat, sehingga mampu menciptakan kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)


0 Komentar