Usai setelah kegiatan rombongan MRP Papua Tengah bersama kaum Perempuan di dogiyai pada senin (11/5/2026)
DOGIYAI, TEBING DOGIYAI.Com – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Penjaringan Aspirasi dan Dengar Pendapat bersama masyarakat Kabupaten Dogiyai, khususnya kaum perempuan dan masyarakat adat, Senin pada (11/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di salah satu balai pertemuan masyarakat di Dogiyai, dihadiri tokoh perempuan, Pokja Adat Perempuan, tokoh gereja, pemuda, serta masyarakat setempat guna menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi sosial masyarakat, pendidikan, kesehatan, hak-hak perempuan, dan keberlangsungan budaya adat di Papua Tengah.
Dalam forum tersebut, perwakilan Pokja Adat Perempuan menegaskan bahwa kegiatan penjaringan aspirasi menjadi ruang penting bagi perempuan Papua dan masyarakat adat untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dihadapi di kampung-kampung secara langsung kepada lembaga kultur Papua.
Salah satu tokoh perempuan Dogiyai, Meriana Dogomo, S.Sos., mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap perempuan dan masyarakat adat masih perlu ditingkatkan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.
“Kami berharap suara perempuan dan masyarakat adat benar-benar didengar dan diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun MRP Papua Tengah, terutama menyangkut pendidikan anak-anak, kesehatan ibu, dan perlindungan hak masyarakat adat,” ujar Meriana.
Selain menyampaikan aspirasi masyarakat, Pokja Adat Perempuan juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal di tengah perkembangan pembangunan di Papua Tengah.
Masyarakat yang hadir turut meminta pemerintah daerah agar lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Dogiyai, termasuk akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Kegiatan penjaringan aspirasi tersebut merupakan bagian dari tugas MRP Papua Tengah dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi Orang Asli Papua, khususnya menyangkut perlindungan hak-hak adat, perempuan Papua, dan kehidupan sosial masyarakat.
Acara berlangsung aman dan penuh suasana kekeluargaan, kemudian ditutup dengan dialog bersama antara peserta dan perwakilan MRP Papua Tengah.
Penulis: Melisa Obaipa


0 Komentar