Usai kegiatan MRPpenjaringan aspirasi dan dengar pendapat bersama masyarakat Kabupaten Dogiyai pada Senin (11/5/2026)
DOGIYAI,TEBINGDOGIYA.Com - Majelis Rakyat Papua Tengah menggelar kegiatan penjaringan aspirasi dan dengar pendapat bersama masyarakat Kabupaten Dogiyai, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan menyerap berbagai aspirasi, pengaduan, dan masukan dari masyarakat adat maupun masyarakat umum terkait kondisi sosial kemasyarakatan di wilayah Dogiyai.
Dalam banner kegiatan tertulis tema “Penjaringan Aspirasi Dengar Pendapat Masyarakat Kabupaten Dogiyai Tentang Penyaluran Aspirasi Pengaduan Masyarakat Adat dan Masyarakat Pada Umumnya.”
Perwakilan MRP Papua Tengah menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi wadah resmi bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung kepada lembaga representatif kultur Orang Asli Papua.
“Kegiatan ini penting untuk mendengar secara langsung suara masyarakat, baik terkait pelayanan publik, persoalan sosial, hak-hak masyarakat adat, maupun berbagai kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Hendrikus Magai S.sos.
Dalam forum dialog itu, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan warga menyampaikan pandangan terkait situasi sosial dan politik yang terjadi di Papua, termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus).
Salah satu tokoh adat yang hadir menilai bahwa pelaksanaan Otsus selama ini belum sepenuhnya menjawab harapan masyarakat adat Papua. Ia menyampaikan kritik terhadap kebijakan Otsus yang dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Selain isu Otsus, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga situasi keamanan di wilayah Dogiyai.
Dialog berlangsung secara terbuka dengan suasana tertib dan penuh partisipasi masyarakat. MRP Papua Tengah menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dihimpun sebagai bahan rekomendasi kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
MRP Papua Tengah berharap kegiatan penjaringan aspirasi tersebut dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah serta menjadi bagian dari upaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Papua Tengah.
Penulis: Melkias Obaipa


0 Komentar