Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Anggota DPRK Yahukimo Dapil III Turun Salurkan Bantuan bagi Korban Konflik Wouma



JAYAPURA – Perwakilan dari Lima anggota DPRK Yahukimo Daerah Pemilihan (Dapil) III wilayah Hubula turun langsung melakukan kunjungan kerja sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat korban konflik perang suku di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak perang suku antara kelompok masyarakat dari Lanny Jaya dengan Hubula Yahukimo yang terjadi di wilayah Wouma dan sekitarnya beberapa waktu terakhir.

Konflik perang suku tersebut sempat membuat situasi keamanan di wilayah Kota Wamena memanas dan menyebabkan banyak warga mengungsi ke sejumlah titik yang dianggap lebih aman.

Lima anggota DPRK Yahukimo diantara nya yakni Enos Siep, S.E., Natan Wetipo, Amirson Heselo, Agus Asso, dan Salan Elopere.

Dalam kunjungan tersebut, para anggota DPRK mengunjungi sejumlah titik pengungsian untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak konflik.

selain berdialog dengan warga, rombongan DPRK Yahukimo Dapil III juga menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang hingga kini masih berada di lokasi pengungsian.

Anggota DPRK Yahukimo, Enos Siep, mengatakan kehadiran mereka di lokasi konflik merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat perang suku.

“Kami dari anggota DPRK Yahukimo Dapil III yang terdiri dari lima anggota dewan turun langsung melakukan kunjungan kerja sekaligus melihat kondisi masyarakat yang terdampak konflik perang suku antara Lanny Jaya dengan Hubula Yahukimo di Wouma, Kabupaten Jayawijaya,” kata Enos Siep kepada media ini, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, sebagai wakil rakyat dari wilayah Hubula, mereka merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir bersama masyarakat ketika terjadi persoalan sosial maupun konflik antarwarga.


Ia mengatakan, masyarakat yang terdampak konflik saat ini membutuhkan perhatian, dukungan moral, bantuan kemanusiaan, dan jaminan rasa aman agar dapat kembali menjalankan kehidupan secara normal.

“Kami hadir untuk melihat langsung kondisi masyarakat kami yang terdampak konflik. Banyak warga yang harus meninggalkan rumah dan mengungsi demi menyelamatkan diri bersama keluarga mereka. Karena itu kami datang untuk memberikan dukungan sekaligus bantuan kepada masyarakat,” ujarnya.

Enos mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dari para anggota DPRK Yahukimo Dapil III terhadap warga yang saat ini hidup dalam keterbatasan akibat dampak perang suku.

Menurutnya, perempuan, anak-anak, dan warga lanjut usia menjadi kelompok yang paling merasakan dampak dari konflik tersebut.

“Kami melihat langsung bagaimana kondisi mama-mama, anak-anak dan orang tua yang berada di pengungsian. Mereka tentu membutuhkan perhatian bersama karena aktivitas mereka terganggu akibat konflik perang suku yang terjadi,” katanya.

Ia menambahkan, kehadiran anggota DPRK di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi warga yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat saat terjadi konflik seperti ini sangat penting. Masyarakat merasa tidak sendiri karena pemerintah dan DPRK hadir bersama mereka,” ujarnya.

Selain menyerahkan bantuan, para anggota DPRK juga mendengarkan langsung aspirasi dan harapan masyarakat terkait situasi keamanan di Wouma dan sekitarnya.

Sebagian besar warga berharap konflik segera berakhir agar masyarakat dapat kembali ke rumah dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Masyarakat berharap situasi cepat aman supaya mereka bisa kembali bekerja, berkebun, dan anak-anak bisa kembali sekolah dengan tenang. Itu juga menjadi harapan kami semua,” kata Enos.

Ia menilai kondisi keamanan di Distrik Wouma tetapi juga kota Wamena dan sejumlah wilayah sekitar kini mulai berangsur kondusif setelah pemerintah daerah, DPRK, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat turun langsung melakukan penanganan di lapangan.

“Puji Tuhan sekarang situasi mulai aman dan aktivitas masyarakat perlahan mulai berjalan kembali. Sekolah sudah mulai aktif dan masyarakat juga mulai beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Meski demikian, Enos berharap semua pihak tetap menjaga situasi keamanan dan mengedepankan penyelesaian secara damai agar konflik serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Menurutnya, perang suku hanya akan membawa kerugian besar bagi masyarakat Papua sendiri karena berdampak terhadap kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, dan masa depan generasi muda.

“Kami berharap semua pihak bisa saling menjaga, saling membantu dan mengedepankan perdamaian. Jangan sampai konflik terus terjadi karena yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat kecil,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Papua Pegunungan untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan menjaga kehidupan sosial yang harmonis antar sesama.

“Kita semua bersaudara sebagai orang Papua. Karena itu mari kita sama-sama menjaga perdamaian supaya masyarakat bisa hidup aman, nyaman dan generasi muda dapat memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar