Sopater Sam Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI, Perkuat Persatuan Masyarakat Adat Asologaima


Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Sopater Sam, ST,saat  melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI guna memperkuat persatuan dan kesadaran kebangsaan masyarakat adat diDistrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (8/12/2025) foto Istimewa 


WAMENA, TEBINGDOGIYAI.COM – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Sopater Sam, ST, melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI guna memperkuat persatuan dan kesadaran kebangsaan masyarakat adat diDistrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (8/12/2025) pagi.

Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Masyarakat Asologaima tersebut mengusung tema “Pancasila sebagai Pondasi Kehidupan Masyarakat Adat di Provinsi Papua Pegunungan”. 

Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila sangat selaras dengan budaya, tradisi, serta kearifan lokal masyarakat adat Papua yang menjunjung tinggi persaudaraan, gotong royong, dan musyawarah.

Sejak pagi hari, ratusan warga telah memadati lokasi kegiatan. Tercatat sekitar 150 peserta hadir, terdiri dari aparat kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemuda, anggota BDC, IMT, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme, di mana peserta mengikuti setiap materi dengan seksama.

Dalam sambutannya, Sopater Sam menyampaikan bahwa Empat Pilar MPR RI merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, terlebih di daerah pegunungan yang memiliki keberagaman suku, bahasa, dan adat istiadat seperti Papua.

Menurutnya, masyarakat adat memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai persatuan karena kehidupan sosial di kampung masih kuat dengan semangat kekeluargaan.

“Kalau kita bicara Papua Pegunungan, kita bicara tentang masyarakat adat yang hidup dalam kebersamaan. Nilai itu sebenarnya sudah ada dalam Pancasila. Jadi Empat Pilar bukan sesuatu yang jauh, melainkan sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” ujar Sopater.



Ia kemudian memaparkan secara rinci makna Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Sopater menekankan bahwa nilai toleransi, saling menghormati, dan persatuan harus terus dijaga, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan dinamika pembangunan di Papua.

“Perbedaan suku, agama, dan budaya jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru itu kekuatan kita. Kalau masyarakat di kampung rukun, saling menghargai, maka pembangunan akan berjalan baik dan masa depan generasi muda juga lebih cerah,” katanya.

Ia juga mengajak tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda untuk menjadi teladan dalam menjaga harmoni sosial. Menurutnya, para tokoh memiliki pengaruh besar dalam membimbing masyarakat agar tetap menjaga kedamaian serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Sementara itu, sejumlah peserta mengaku senang dengan adanya sosialisasi tersebut karena memberi pemahaman baru tentang pentingnya wawasan kebangsaan. Mereka menilai kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Kegiatan berlangsung dalam bentuk dialog terbuka. Warga diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, pengalaman, serta aspirasi terkait kehidupan bermasyarakat di lingkungan adat. Diskusi berjalan hangat dan penuh kekeluargaan.

Sebagai putra asli Papua Pegunungan, Sopater Sam menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan edukasi kebangsaan sekaligus mendengar langsung kebutuhan warga.

“Masyarakat adat adalah pilar utama bangsa. Kalau persatuan dijaga mulai dari kampung, maka Papua akan kuat dan Indonesia tetap utuh. Kita bangun daerah ini bersama-sama dengan semangat persaudaraan,” tegasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini, Sopater berharap nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat adat Asologaima, sehingga tercipta kehidupan yang damai, aman, dan sejahtera.(*)

Posting Komentar

0 Komentar