Pembukaan ditandai dengan prosesi colo sagu sebagai simbol kebersamaan. Dalam sambutannya, Abdul Rahmad menegaskan pentingnya kegiatan LKM sebagai ruang pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan mahasiswa Papua.
“BEM FMIPA menghadirkan program yang sangat strategis, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, dan memberikan pengalaman bagi mahasiswa,” ujarnya.
Ia menilai materi Manajemen Kepemimpinan yang diangkat dalam LKM ini memberikan manfaat besar bagi pengembangan diri mahasiswa.
“Pelatihan ini membantu membangun kerja sama antar mahasiswa, memupuk kebersamaan dan kekeluargaan. Mahasiswa juga bisa menggali nilai-nilai teori, strategi, dan kebijakan pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota,” katanya.
Menurutnya, para peserta perlu memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya soal teori, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan publik.
“Kebijakan pemerintah selalu diarahkan pada perlindungan, pemberdayaan, dan pelestarian. Itu juga harus dipahami oleh para calon pemimpin muda Papua,” tambahnya.
Abdul Rahmad berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat mahasiswa untuk tumbuh sebagai generasi yang berkualitas.
“Pelatihan ini harus menjadi teladan. Mahasiswa Papua harus bangkit, membangun jati diri, dan menempuh masa depan gemilang. Kita berharap mereka menjadi pemimpin bangsa yang kuat, cerdas, dan membawa kesejahteraan bagi tanah Papua,” tegasnya.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, BEM FMIPA, dan pihak Universitas Cenderawasih. Ia juga menyampaikan salam hormat dari Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda yang berhalangan hadir.
“Beliau menitipkan salam hormat dan apresiasi. Nantinya akan ada koordinasi lanjutan terkait kegiatan-kegiatan positif seperti ini,” tutupnya.
(*)
