Sekjen MPM Uncen Fabianus Gobai, Minta Pemda Kabupaten Paniai memberikan klasifikasi kepada keluarga Almarhum Onalince Bunai ‎


JAYAPURA, TEBINGDOGIYAI.Com– Dalam beberapa hari terakhir ini, viral informasi di publik sosial media terkait Kabar duka.  duka yang datang dari komunitas mahasiswa asal Kabupaten Paniai di Manokwari, Papua Barat. Onalince Bunai (OB), mahasiswi UNIPA asal Paniai, meninggal dunia pada 20 November 2025 lalu. Namun proses pemulangan jenazahnya memicu kemarahan publik setelah terungkap bahwa jenazah harus dipulangkan lewat jalur laut dan darat karena terkendala biaya.

Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa/i Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari menyebut mereka sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari galang dana hingga mengirim surat resmi kepada Bupati Paniai. Namun mereka mengaku tak menerima respons dari pemerintah daerah.

‎‎Akibat tidak adanya dukungan biaya transportasi, jenazah terpaksa diberangkatkan menggunakan kapal laut dari Manokwari ke Wasior, lalu dilanjutkan perjalanan darat menuju Nabire sebelum dibawa ke kampung halaman di Paniai. Perjalanan tersebut diperkirakan memakan waktu empat hari.

‎Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Cenderawasih (MPM UNCEN), Fabianus Gobai dalam pernyataannya mengecam keras Pemerintah Daerah Kabupaten Paniai. Ia menilai pemerintah telah mengabaikan tanggung jawab moral terhadap mahasiswa yang merupakan generasi penerus daerah.

‎“Ini mencerminkan ketidakpedulian pemerintah. Bagaimana mungkin jenazah mahasiswa dipulangkan dengan kapal pritis seperti barang kiriman? Pemda tidak punya rasa kemanusiaan,” tegas Fabianus dalam keterangannya Senin (24/11/2025) di Jayapura.

‎Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan lemahnya manajemen pemerintah daerah dalam menangani situasi mendesak, terutama yang menyangkut warganya sendiri.

‎“Mahasiswa itu generasi pengganti pemda. Mereka sedang berjuang menimba ilmu untuk kembali bangun daerah. Tapi kalau pemerintah saja tidak peduli dalam situasi duka begini, bagaimana bisa percaya mereka peduli pada masa depan daerah?” lanjutnya.

‎Fabianus meminta Bupati Paniai dan seluruh jajaran terkait untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada keluarga almarhumah dan publik.

‎“Pemda Paniai harus bertanggung jawab dan menjelaskan secara jujur. Ini bukan soal teknis transportasi saja, tapi soal martabat manusia dan pelayanan pemerintah yang sangat buruk,” katanya.

‎Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Papua, khususnya mahasiswa Paniai, untuk terus mengawal kasus ini.

‎“Kita harus bersuara. Jangan biarkan pemerintah mengabaikan mahasiswa seperti ini. Harus ada pertanggungjawaban nyata,” ujar Fabianus.(*)

Admin

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama