9 Mahasiswa/I Anggota IMPT Lurus Wisuda Di Universitas Papua: Komitmen Membangun Persatuan

foto. Suasana ibadah syukuran diSekretariat IMPT Kota Manokwari, Papua Barat, Selasa (17/03/2026).


MANOKWARI, TEBINGDOGIYAI.com – 9 Angota Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) di Manokwari lulus wisuda dari Universitas Papua. IMPT Merayakan 

 Ibadah bentuk rasa syukur atas kelurusannya. Acara tersebut berlangsung di Sekretariat IMPT, Jalan Tugu Amban Jepang, Kota Manokwari, Papua Barat, Selasa (17/03/2026).

Acara tersebut mengusung tema; “Kesatuan Membawa Berkat” (Mazmur 133:1–3) dan subtema; “Melalui ibadah syukuran wisuda-wisudati ini kita diajarkan untuk tetap bersatu dalam satu honai dan selalu bersyukur atas setiap keberhasilan yang Tuhan berikan.”

Mewarnai acara tersebut, para wisudawan dan wisudawati membahkan kesaksian melalui pujian syukur berjudul “Yesus Baik Buat Saya.” Sementara panitia wisuda membawakan pujian berjudul “Dalam Perjalanan Hidup Ini.”

Kesempatan tersebut Pembina IMPT Dem Jikwa, Amd.Kes., S.Pt., dalam mengajak seluruh anggota IMPT untuk memuji Tuhan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban terakhir dari kepanitiaan angkatan 2023.

seluruh hadirin untuk bersama-sama mendoakan mereka agar Tuhan menuntun langkah mereka di dunia kerja dan kehidupan selanjutnya.

sembilan wisudawan dan wisudawati telah menyelesaikan tanggung jawab mereka sebagai mahasiswa maka mahasiswa yang masih kuliah belajar dengan serius karena perjuangan orang tua tidaklah mudah.

“Orang tua berjuang dengan air mata, bekerja keras bahkan kadang jualan tidak laku. Tetapi hari ini perjuangan itu terbayar karena anak-anak mereka sudah berhasil menyelesaikan studi,” ujarnya.

kekuatan orang Pegunungan bukan karena kekerasan, tetapi karena kesatuan yang kuat dalam organisasi. Menurutnya, dalam organisasi tidak boleh ada sikap saling membeda-bedakan berdasarkan suku atau daerah.

Sementara itu, anggota DPO IMPT Jepta Waine dalam sambutan nya diajak mahasiswa untuk belajar menguasai teknologi di era digital saat ini dan keberhasilan para wisudawan menjadi contoh bagi mahasiswa lain agar tetap optimistis dalam menyelesaikan pendidikan.

“Masalah yang pernah terjadi harus diselesaikan dengan komunikasi yang baik dan tetap mengikuti garis komando organisasi,"ungkap.

Ditempatkan yang sama badan pengurus IMPT Juten Sam menekankan seluruh anggota IMPT untuk terus belajar dan mempersiapkan diri memimpin organisasi di masa depan. IMPT berdiri bukan karena modal uang, tetapi karena modal kesatuan dan kebersamaan. Oleh karena itu, setiap koordinator wilayah diharapkan tetap aktif untuk menghargai perjuangan para senior yang telah membangun organisasi tersebut.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan larangan keras kepada anggota IMPT agar tidak mengonsumsi minuman keras di jalanan, karena hal tersebut dapat merendahkan harga diri orang Pegunungan.

“Kita harus menjaga kesatuan dalam organisasi IMPT dan membuktikan bahwa orang Pegunungan juga mampu berhasil, "ajaknya.

mahasiswa dari Pegunungan Tengah datang dari jauh, melewati gunung dan lautan untuk menuntut ilmu maka seluruh mahasiswa belajar dengan sesungguhnya. 


Penulis: Obed Obaipa

Posting Komentar

0 Komentar