Rektor USWIM Apresiasi Pemprov Papua Tengah, SPP Mahasiswa Dibantu 70 Persen



NABIRE, TEBINGDOGIYAI.Com - Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas realisasi program pendidikan gratis bagi mahasiswa perguruan tinggi yang mulai dicairkan pada akhir Desember 2025.

Apresiasi tersebut disampaikan Petrus saat ditemui di ruang kerjanya, kamis (29/1/2026). Ia mengatakan, program pendidikan gratis yang direalisasikan pemerintah provinsi telah membantu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa, termasuk di lingkungan USWIM.

“Di akhir Desember 2025, pemerintah provinsi telah merealisasikan program pendidikan gratis, termasuk bagi mahasiswa perguruan tinggi di Papua Tengah,” ujar Petrus.

Program pendidikan gratis tersebut menyasar mahasiswa semester 3, 5, dan 7. Khusus di Universitas Satya Wiyata Mandala Nabire, bantuan diberikan kepada 1.967 mahasiswa sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah. Seluruh mahasiswa yang diajukan oleh pihak kampus dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan.

“Dari jumlah mahasiswa yang kami ajukan, tidak satu pun ditolak. Semuanya di-SK-kan oleh Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan. Ini patut kami syukuri,” katanya.

Petrus menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembayaran SPP semester berjalan, bukan untuk melunasi tunggakan lama. Dari total biaya SPP dan SKS USWIM sebesar Rp3.950.000 per semester, Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan bantuan sebesar Rp2.749.000 atau sekitar 70 persen.

“Kalau kami hitung, pemerintah provinsi telah membantu sekitar 70 persen dari total SPP mahasiswa USWIM. Ini program yang luar biasa dan sangat meringankan beban mahasiswa,” ujarnya.

Selain bantuan SPP, pemerintah daerah juga memberikan bantuan tambahan bagi mahasiswa pada semester tertentu. Mahasiswa semester 5 memperoleh bantuan biaya Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), sementara mahasiswa semester 7 mendapatkan tambahan bantuan biaya tugas akhir.

“Mahasiswa semester lima menerima bantuan SPP ditambah PKL atau PPL, sedangkan semester tujuh menerima bantuan SPP ditambah biaya tugas akhir. Total bantuan untuk mahasiswa semester tujuh hampir mencapai enam juta rupiah per orang,” jelas Petrus.

Penyaluran bantuan di USWIM mulai direalisasikan sejak 27 Januari 2026 dan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal masing-masing program studi. Bagi mahasiswa yang telah melunasi SPP semester berjalan, dana bantuan tersebut dikembalikan langsung kepada mahasiswa.

“Bagi mahasiswa yang sudah lunas SPP-nya, dana bantuan itu kami kembalikan kepada mahasiswa. Kampus tidak menahan,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pihak kampus menemukan sekitar 20 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang juga terdata sebagai penerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Untuk menghindari penerimaan bantuan ganda, dana tersebut akan dikembalikan ke kas daerah.

“Ada sekitar 20 mahasiswa penerima KIP yang terdata ganda. Dana atas nama mereka akan kami kembalikan ke kas daerah karena mereka sudah menerima bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.

Petrus berharap, bantuan pendidikan ini dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh mahasiswa serta menjadi motivasi untuk lebih disiplin dan menyelesaikan studi tepat waktu.

“Mahasiswa harus lebih rajin kuliah dan menyelesaikan studi tepat waktu, karena bantuan pemerintah umumnya hanya diberikan sampai semester delapan,” imbaunya.

Ia menambahkan, USWIM mendukung penuh kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah menuju tahun 2030.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya pemerintah provinsi untuk mewujudkan sumber daya manusia Papua Tengah yang berkualitas,” Pungkas Petrus. 


Posting Komentar

0 Komentar