NABIRE, TEBINGDOGIYAI.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas dan profesionalisme insan pers melalui pelaksanaan Festival Media se-Tanah Papua 2026 yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di halaman Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (13/1/2026).
Dukungan tersebut juga disampaikan Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, yang menilai festival media sebagai momentum penting untuk memperkuat keterbukaan informasi dan kualitas pelayanan pemerintahan di seluruh wilayah Papua.
“Media sangat penting dalam pelayanan pemerintahan karena menjamin keterbukaan informasi dan publikasi kegiatan pemerintah, baik melalui media daring maupun elektronik, sehingga masyarakat dan pemerintah pusat dapat mengetahui secara langsung kualitas pelayanan yang kami jalankan,” ujar Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, di sela-sela kegiatan.
Menurut Aner Maisini, Festival Media se-Tanah Papua tidak hanya menjadi ruang pertemuan insan pers dari enam provinsi, tetapi juga sarana konsolidasi untuk memperkuat peran media sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
“Kegiatan ini mempersatukan wartawan Papua Raya dan membantu pemerintah dalam mengekspose pelayanan publik di tingkat kabupaten maupun provinsi, sehingga apa yang kami kerjakan dapat diketahui secara luas,” kata Aner Maisini.
Dalam kesempatan tersebut, Aner Maisini juga menekankan pentingnya regenerasi wartawan Papua, khususnya dari kalangan generasi muda.
“Festival ini memberikan motivasi kepada anak-anak SMA dan mahasiswa agar mereka dapat tumbuh menjadi wartawan yang profesional, handal, dan mampu memberitakan persoalan yang terjadi di daerah-daerah kami secara bertanggung jawab,” tutur Aner Maisini.
Menurut Aner Maisini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, generasi muda perlu dibekali kemampuan jurnalistik yang baik agar media sosial dan platform digital dapat digunakan secara positif dan beretika.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kebebasan pers di Tanah Papua, termasuk di wilayah konflik, Aner Maisini menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah memberikan jaminan hukum yang kuat kepada insan pers.
“Dalam keadaan apa pun, wartawan memiliki hak untuk meliput dan mempublikasikan peristiwa. Kebebasan pers dijamin undang-undang dan tidak boleh dibatasi oleh siapa pun,” tegas Aner Maisini.
Aner Maisini juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terbuka terhadap peliputan media.
“Wartawan siapa saja dapat datang ke Intan Jaya dan meliput. Pemerintah justru membutuhkan media agar pelayanan kami dapat diketahui oleh masyarakat luas,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menyampaikan klaim situasi Intan Jaya Berangsur Pulih. Terkait isu keamanan dan demonstrasi, Aner Maisini menyebut kondisi Kabupaten Intan Jaya saat ini terus membaik di bawah kepemimpinannya.
“Selama 11 bulan terakhir, kami telah memulihkan daerah. Sekolah sudah berjalan, layanan kesehatan aktif, dokter terbang telah menjangkau semua distrik, listrik sudah tersedia, akses jalan dibuka, dan tidak ada lagi pengungsi,” kata Aner Maisini.
Aner Maisini mengajak semua pihak, termasuk mahasiswa dan elemen masyarakat, untuk menilai situasi daerah secara objektif dan berdasarkan kondisi faktual.
“Bandingkan kondisi dulu dengan sekarang. Intan Jaya hari ini jauh lebih baik dan semakin kondusif,” pungkasnya.
Penulis . Tim Redaksi
