Poto penangguran bukan dosa kedua orang tua alias pantulan doa
PAPUA-TEBINGDOGIYAI-22/09/2026-Aliansi Penganggur Papua melayangkan kritik tajam terhadap pejabat dan penentu kebijakan di Tanah Papua terkait pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus). Mereka menilai anggaran bernilai ratusan miliar rupiah yang dialokasikan pemerintah seolah sia-sia karena belum mampu menyelesaikan persoalan mendasar, yaitu tingginya angka pengangguran bagi Orang Asli Papua (OAP).
Perwakilan Aliansi Penganggur menegaskan bahwa hingga saat ini ribuan warga lokal hanya menjadi penonton di atas tanahnya sendiri. Kehadiran program dan dana Otsus yang digelontorkan setiap tahun dinilai belum menyentuh kebutuhan nyata rakyat kecil yang membutuhkan lapangan kerja serta jaminan kesejahteraan.
"Otonomi Khusus ini sebenarnya lahir untuk siapa? Apakah hanya untuk pejabat, non-OAP, atau benar-benar untuk kesejahteraan Orang Asli Papua?" ujar perwakilan aliansi dalam keterangannya.
Pertanyaan mendasar tersebut dilontarkan sebagai bentuk kekecewaan atas ketimpangan yang terjadi.
Pihaknya mendesak para pemangku kebijakan di Papua untuk melakukan evaluasi total terhadap penyaluran dan pemanfaatan dana Otsus agar diprioritaskan pada pembukaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua secara nyata.
Kritik dan tuntutan dari Aliansi Penganggur Papua terkait penyerapan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai belum menyejahterakan warga lokal.
Aliansi Penganggur Papua yang ditujukan kepada para pejabat/penentu kebijakan di Papua.
Tanah Papua.
Disampaikan dalam pernyataan aspirasi publik terbaru.
Ribuan Orang Asli Papua masih menganggur dan merasa hanya menjadi penonton di tanah sendiri meski dana Otsus ratusan miliar rupiah telah dikucurkan.
Menggunakan pertanyaan kritis mengenai peruntukan sebenarnya dari dana Otsus (apakah untuk pejabat, non-OAP, atau Orang Asli Papua) serta mendesak evaluasi kebijakan lapangan kerja.


0 Komentar